niCe.......simplY.......dinamyc.... kutitip asa pada mega.. di pucuk-pucuk hijau dedaunan.. pada butir salju yang jatuh dan melayang.. pada desau angin.. pada riak dan gelombang.. tetaplah disana... menebar kebaikan..
Rabu, 01 Februari 2012
Abdullah bin Umar berkata : apabila kamu berada
diwaktu pagi mak janganlah kamu memastikan bahwa dirimu akan sampai pada waktu
sore dan apabila kamu berada diwaktu sore mk janganlah kamu memastikan dirimu
akan sampai pada waktu pagi, manfaatkanlah sebaik-baik masa hidupmu sebelum
datang kematianmu, gunakan sebaik-baik masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
Love
The ocean of love..
Aku mengingatmu
kembali dalam tidur lelapku..dekap hangat cintamu tak sanggup kuhiraukan..walau
selama ini kucoba selalu menepis..bahwa aku tak butuh itu..aku tak butuh air
mata..bahwa aku tak butuh cinta..bahwa aku bisa bertahan karenanya..
Sungguh malam
ini aku tak bisa tidur lelap ibu..aku rindu padamu..rindu pada hangat
cintamu..rindu pada harum tubuhmu..sungguh..semuanya kembali menghangat
dijiwaku..Robbiii..ampuni aku..tapi sungguh aku rindu padanya…
Sungguh aku
sangat kejaaam..berlari menjauh..kupikir semua ini akan menjadi solusi..kupikir
semua akan terlupa seiring dengan waktu dan jarak..kupikir semua akan hilang
seiring rutinitas yang kujalani sekarang..aku salah maa..sangat salah..semakin
aku berkecimpung dalam duniamu semakin aku tak sangguuup..oh maa..ampuni
aku..aku sangat..sangat rindu...
Aku salah
besar..meninggalkan orang-orang yang kucintai..pada adek2 yang membutuhkan
cintaku..kutebar cinta pada yang lain sedangkan mereka yang benar2 membutuhkan
aku abaikan..oh egoisnya aku..Robbi..ampuni aku..sungguh… resah ini tak mau
pergi…
Bahkan sampai
detik inipun aku masih belum bisa membahagiakanmu maa…oh maa..aku kangeeeen
maa..kangeeen…
Dalam
sakitku..kupikir aku akan bertemu denganmu..saat jiwa riilku tak mampu
membedakan apa yang sedang terjadi padaku..ketika seakan- akan aku berdiri di
depan gong perang yang sangat besaaar..ketika penabuh tak mau berhenti ketika
kusuruh…hingga hingar bingar itu mulai reda ketika haripun mulai turun ke angka
1..
Allaaah…ampuni
aku..kerna gersang tak bersuara..pada hampa yang ada..Robbiii..ampuni
aku..sebelum terlambat..aku ingin mereka tahu..bahwa aku mencintainya….
Aku mencintai
ayahku..aku mencintai udaku..Uda Rifqi, Udaa Fikri,,adikku..Mia dan Dia…maafkan
aku..karena aku belum bisa berbuat apa-apa untuk kalian…. Aku mencintai
kalian…sangaaaat..bahkan keinginan tertinggiku membuat penduduk langit dan bumi
cemburu..bahwa keluarga kita disandingkan kembali dijannahNya..ya Robb…ampuni
aku untuk pinta yang berlebih….sungguh rinduku…Engkau kumpulkan kami sekeluarga
di jannahMu…
Aku tak bisa
tidur lelap malam ini…aku teringat padamu..sungguh.. aku ingin menangis..tapi
aku takut tangisku membuat teman-temanku
khawatir dan salah pengertian..
Padahal sudah
lama aku ingin menangis..melepaskannya ketika gundahku datang…rindu…aku tak mau
menangis..karena menangis akan selalu membuat mataku sembab ketika bangun..dan
teman-temanku akan tahu bahwa aku menangis semalam….tapi aku rinduu maa…
Rindu…sungguh
rinduu…..bukan aku menolak takdirNya..tapi sungguh aku hanya rindu…
Kadang aku rindu
incim..karena kadang dia bisa menjadi
penawar rinduku ketika rinduku memuncak padamu maa..tapi aku sekarang
aku tak memilikinya lagi..
Dan aku
benci rasa ini…rasa dan prasangka jelek
yang ada dalam pikiranku sendiri…rasa yang semakin mengekang keinginanku
mendekatinya..mungkin ini masa yang terbaik yang Allah beri untuk semakin
mendewasakanku…hanya uncu yang paham dan mau mengerti serta mau
berbagi..trimakasih untuk masa2 indah itu..
Aku sedang
sentimental sekarang…tak apa..aku hanya ingin membuang sampah emosi ini..agar
dia segera berlalu dan aku dapat kembali merajut hari-hariku..aku yakin sesuatu
yang baru telah Allah persiapkan untukku…
Awal Juni
2011 03.00 dinihari…ba’da 2 hari panas
tinggi menemani tidurku..(aku jadi ingat cerita mama saat aku step ketika kecil
dulu) trimakasih Ma, Pa…cinta kalian membuatku masih ada hingga detik ini,
namun yang pasti cintaNya..melebihi dari apapun…hatta sekalipun cinta kalian
berdua..untuk kedua adekqu dan kedua kakakqu..teruslah berjuang…hilangkan
keraguan..jadilah pemenang…aku mencintai kalian karena Allah..semoga Allah
mengabulkan doa2 yang kita pinta….semoga Allah membangunkan rumah bercahaya
untuk keluarga kita dijannahNya…semoga Allah menyatukan kita kembali..hingga ketika
masa itu datang…masa2 sedih ini seperti tak pernah ada…hanya doa yang bisa ku
kirimkan saat ini dengan bongkahan motivasi dan semangat selalu untuk
kalian…aku ingin melihat kita saling berlari…kejarlah..jangan ragu..kita adalah
apa yang kita pikirkan…aku akan bangkit sekarang..setelah 1 tahun terpuruk pada
jiwa yang lena..mari saudaraku…Uhibbukumfillah fii aamanillah…
pemenang vs pecundang
pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.
pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam.
pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda";
pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya";
Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.
Pemenang selalu berkata, "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa";
Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit".
Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "saya salah";
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya".
Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.
Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.
Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu";
Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan".
Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.
Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.
Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.
Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.
Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.
Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.
Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.
Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.
Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.
Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda";
Pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".
Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.
Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang...
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang ...
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.
pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam.
pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda";
pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya";
Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.
Pemenang selalu berkata, "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa";
Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit".
Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "saya salah";
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya".
Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.
Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.
Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu";
Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan".
Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.
Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.
Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.
Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.
Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.
Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.
Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.
Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.
Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.
Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda";
Pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".
Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.
Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang...
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang ...
azzamqu
Tidak
dengan diam kita menjadi menang
Tidak
dengan bisu kita menjadi maju
KEMULIAAN
hanya dapat diraih dengan tekad yang besar dan kerja keras
Kini
saatnya untuk BANGUN dan BERLARI MENGEJAR OBSESI
BANGKIT
dan BERAMAL !!!!!
HIDUP
adalah PILIHAN
PILIHAN
menjadi PEMENANG
atau
menjadi
PECUNDANG
PEMENANG
hidup bersama nilai-nilai
PECUNDANG
terombang-ambing oleh arus
PEMENANG
memiliki tujuan
PECUNDANG
sibuk dengan hal remeh-temeh
Teruslah bergerak Amie..hingga kaki menjejak di
JannahNya..
“Ya
Muqollibalquluub.......
tsabbit quluubana ‘ala diinika,
wa’alaa
tho’atika,
wa’ala da’wati
ilaa diinika,
wa’alaa jihaadi
fii sabiilika,
yaa dzal jalaali wal ikroom”
dream
Bismillahirrahmanirrahim

Þ
Berjumpa
dengan Allah SWT
Þ
Ditempatkan
di jannah tertinggi
Þ
Menjadi
keluarga Allah SWT
Þ
Bermahkota
cahaya dan memiliki singgasana cahaya yang berlapis-lapis
Þ
Dikumpulkan
dengan orang-orang yang kucintai di Jannah Allah SWT (Ama, Apa, Da Fikri, Da
Rifqi, Dila, Mia, Nipit, keluargaku kelak, suami, anak-anak dan keturunanku, kelompok
liqoqu, murobbiqu, adek2 mentorqu dan semua orang yang kucinta, semua orang
yang darinya aqu memperoleh ilmu dan pemahaman baik secara langsung atau tidak ,
semua muslim dan muslimah di dunia ini)
Þ
Mati
syahid atau husnul khatimah dalam keadaan beriman, muslim
Þ
Bahagia
di dunia dan akhirat
Þ
Memiliki
anak-anak dan keturunan penghafal dan pengamal Al-Quran
Þ
Ahli
dibidang herbal dan kedokteran Islam
Þ
Mejaulahi
seluruh negeri terutama pergi Haji dan ke Al-Aqsho
Þ
Menjadi
orang yang selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain
Þ
Selalu
mencari dan mengharapkan ridho Allah SWT setiap saat dari waktumu “rahmi !!!”
Þ
Menghafal
Al-Quran bertahap, bikin program hafalan harian
Þ
Selalu
berbuat baik dan suka membantu orang lain, menularkan energy positif dan
positif thinking
Þ
Membaca
buku, bikin program buku bacaan harian dan target bulanan. Buku agama, sains,
bahasa.
Þ
Mendalami
ilmu herbal. Menghasilkan 1 karya tulis tentang herbal setiap minggu, dicicil
per hari. S1 otodidak ttg ilmu tumbuhan, S2 bidang herbal.
Þ
Menguasai
Bahasa Arab, Inggris, Jerman, Mandarin
Þ
Membuka
klinik herbal Islam secara professional
Þ
Menyisihkan
penghasilan untuk zakat, infak, sedekah, tabungan keluarga, investasi usaha dan
tabungan jaulah ke negeri-negeri muslim.
Þ
Membuka
kebun herbal dan institute Kedokteran dan farmasi Islam
1.
Alquran
2.
Hadist-hadist shohih : Riyadush Sholihin
1&2, hadist Arba’in, Lu’lu wal marjan
3.
Ilmu-ilmu agama : Tafsir Ibnu Katsir, Fiqshus
Sunnah, Al-iman, Minhajul Qashidin, Akhlak Seorang Muslim, Wanita Dalam
Pandangan Islam, Sirah Nabawiyah, Ensiklopedi Sahabat, Derita Dunia Akibat
Kemunduran Umat Islam, Min Rawa’I Hadrathina (Mustafa Asy-syiba’i), Ibadah
dalam Islam, Jami’ul Ulum walHikam, membela Islam
4.
Buku spesialisasi kamu rahmi : herbal, thibun
nabawi, ilmu tubuh manusia, proses kerja obat pada tubuh dll.
5.
Buku sejarah : Sirah Sahabat, Hasan Al Banna dll
6.
Buku Politik : Berkaitan dengan politik Islam,
kajian telaah Sirah nabawiyah, manhaj harakiyah
7.
Buku opini orang lain : bagaimana pemikiran
yahudi ttg kita Umat Islam, Kristen dll
8.
Buku tentang syubhat seputar Islam : Syubhat
sekitar Islam (Muhammad Qutub)
9.
Buku Pendidikan Anak : Tarbiatul Aulad fiil
Islam
10.
Buku Hiburan : yang mendidik dan tidak mengajak
maksiat.
No
|
Bulan
|
Judul Buku
|
Pengarang
|
Ceklis
|
Keterangan
|
1.
|
Januari 2010
|
Alquran
Hadist Arbain
Pendidikan Anak
Mensucikan Jiwa
Segala tentang Herbal
|
Allah SWT
Imam Nawawi
Irwan Prayitno
Said Hawa
Semua sumber
|
Senin, 30 Januari 2012
beberapa hari ini banyak sekali kejutan-kejutan...sungguh luar biasa dan Alhamdulillah..Trimaksih Robb masih Engkau ijinkan untuk menangguk ilmu dan memahami serta memetik hikmah.
Jadikan kami semakin peka terhadap lingkungan sekitar kami.. Jadikan kami hati-hati yang selalu basah dengan mengingat asmaMu, melihat ayat-ayat kauniyahMu..
Jadikan kami semakin peka terhadap lingkungan sekitar kami.. Jadikan kami hati-hati yang selalu basah dengan mengingat asmaMu, melihat ayat-ayat kauniyahMu..
Catatan harian----refleksi
Pagi ini saat di kantor. Setelah menunaikan Sholat Dhuha dan tilawah Al-Qur'an beberapa halaman. Kunyalakan notebook dan membuka email. Perlahan kutelusuri entry pesan masuk yang ada di inbox. "Apakah ada sesuatu atau pesan yang penting?", tanyaku dalam hati. Karena seharian kemaren aktivitasku cukup padat, mulai dari pagi hingga baru bisa kembali ke kamar kecil kosku sekitar pukul 23.00 WIB. Jadi seharian kemaren aku tak melihat inbox email maupun fb.Refleks mataku terhenti pada sebuah pesan, pesan duka kabar meninggalnya seorang ustadz di Kalimantan. Aku tak begitu kenal dengan ustadz tersebut, karena beliau berdomisili di Kalimantan. Namun dari sederetan tulisan yang kubaca. Terlihat bahwa beliau seseorang yang sangat istimewa. Kata-kata kehilangan yang mendalam yang di tulisan itu dapat menggambarkan bagaimana sosok dan keseharian beliau yang sangat dicintai oleh ikhwahfillah di Kalimantan.
Rasa ingin tahuku pun menuntunku untuk mengetik tab baru dan menuliskan nama beliau di google search engine.Satu persatu ku buka dan kubaca.
Ya Robb..sungguh mengharukan..air mataku tak kuasa kubendung..mengalir deras seiring dengan kata-demi kata yang kubaca. Sungguh teladan yang luar biasa. Benar-benar seperti yang digambarkan di dalam Al-Qur'an, sesungguhnya sebagian orang ada di antara kamu yang menunggu dan memenuhi janjinya kepada Allah..
to be continoue
Langganan:
Postingan (Atom)



